Monday, March 24, 2008

Islam Aceh Vs Islam Jawa

Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi, mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara .

Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. Sebelum Islam datang ke Aceh, orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam, demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya.

Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain, keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat)

Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan ummatnya. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa, ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa, mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam, seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Penolakan B.J. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga, maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden, maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda.

Kondisi serupa juga dapat dilihat ketika tokoh Idealis Islam Prof dr. Deliar Noer mengajak tokoh veteran Nahdhatul Ulama (NU), K.H.Masyku untuk tetap bertahan dengan azas Islam dan menolak azas tunggal Pancasila sebagai dasar organisasi itu dalam era Orde Baru pimpinan Soeharto. Pada masa itu sang Kiai menjawab : “hanya kamu sahaja yang Nampak idealis di Negara yang serba Pancasila ini”. Lain pula dengan tanggapan A.R Fachruddin yang memimpin Muhammadiyah waktu itu, ketika sang professor mengajaknya untuk bertahan dengan Azas Islam, setelah kehabisan cara dan hujjah untuk menolaknya dengan ucapan yang sangat tulus menjawab : “saya ini kan orang Jawa professor ”, sangat susah untuk menolak ajakan pemimpin Jawa. Para pakar poltik menafsirkan bahwa bagi orang Jawa ungkapan ini bermakna ; apabila berhadapan Islam dengan Jawa maka mereka akan memilih Jawa dan meninggalkan Islam.

Dengan keadaan seperti itu maka tidaklah mengherankan kita kalau ada orang yang berkesimpulan, persoalan kemajuan dan idealism Islam tidak mungkin ada di Jawa dan tidak bias kita harapkan pada orang-orang Jawa. Mereka yang berkesimpulan demikian mangaitkan kesimpulannya itu kepada adat dan budaya hidup orang-orang Jawa baik di Jawa, di luar Jawa maupun luar negeri. Persoalan tidur satu rumah yang tidak punya kamar oleh dua sampai tiga pasang keluarga menjadi perihal biasa kepeda mereka sehingga bias saling melihat dalam setiap aksi dan kegiatan. Mandi satu tempat yang bercampur laki dan perempuan tampa busana yang memadai sudah lumrah dan menjadi budayanya mereka. Mandi dan buang air secara beramai-ramai di sungai dan tempat-tempat terbuka lainnya bukan hal yang aneh bagi mereka. Sehingga demikian maka patutlah kita simak pepatah Aceh yang menyebutkan : “Meunyö kon droe mandum gob, meunyö kon ie mandum luhob dan meunyo kon pageue mandum jeuneurob”(kalau bukan diri semua orang. Kalau bukan air semua lumpur dan kalau bukan pagar semua tiang). Untuk itu orang Aceh berkesimpulan : “Bu bit, ie bit, ma droe, du droe, biek droe dan nanggroe droe”.

Monday, March 17, 2008

TAMADDUN ACEH

Tamaddun berasal dari perkataan Arab maddana yang berarti membina suatu Bandar/kota atau seseorang masyarakat yang mempunyai peradaban. Perkataan tamaddun dapat diartikan kepada keadaan hidup bermasyarakat yang bertambah maju. Istilah-istilah lain yang sama pengertiannya dengan tamaddun adalah : umrah, hadarah, madaniah. Dalam bahasa Inggris, istilah yang hamper sama dengan tamaddun adalah: “culture dan civilization” atau kebudayaan dalam bahasa melayu.

Tamaddun Aceh pernah jaya raya pada masa kerajaan Peureulak, Samudera Pasee dan masa Iskandar Muda sebagai side effect daripada kemantapan system pendidikan yang ada. Zawiyah Buket Cebrek, Zawiyah Cot Kala dan Jami’ah Baiturrahman telah berhasil mengangkat peradaban Islam Aceh keseluruh penjuru Asia Tenggara. Pada masa itu pula Aceh memiliki banyak ulama,intelektual,pakar politik,dan pedagang-pedagang beken. Pada masa kerajaan Peureulak dan Samudera Pasee Aceh dapat mengembangkan Islam dan Ilmu pengetahuan sampai ke Pattani (Thailand Selatan), Moro (Filipina Selatan). Semenanjung Malaysia, Kalimantan dan Jawa.

Sementara pada masa Al-Qahhar Aceh dapat menjalin hubungan internasional yang erat dengan Negara-negara dikawasan eropah terutama sekali dengan turki. Dan pada masa Iskandar Muda menjadi lima besar Negara adidaya Islam di permukaan bumi. Semua itu menjadi sisi penting manifestasi tamaddun dan peradaban masa silam bagi Naggroe Aceh Darussalam.

Peradaban Aceh masa silam susah dipisahkan dengan Islam, boleh jadi karena ia bangkit dan jaya bersama maju dan jayanya Islam di Aceh dan Nusantara. Sebagai sebuah agama komplit dan komprehensif, Islam mempunyai system peradaban muslihat dan bermartabat. System tersebut telah turun dan membaur dengan peradaban Aceh melalui penyebaran Islam semenjak dari Peureulak, Samudera Pasee, Kerajaan Aceh Darussalam sampai kepada kepemimpinan para ulama PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh).

bersambung............................


*)Sumber : Buku Tamaddun Aceh

Saturday, March 01, 2008

HIKAYAT PRANG SABII

Salam alaikum walaikôm teungku meutuah
Katrôk neulangkah neulangkah neuwôe bak kamôe
Amanah nabi ya nabi hana meu ubah-meu ubah
Syuruga indah ya Allah pahala prang sabi

Ureueng syahid la syahid bek ta khun mat
Beuthat beutanl ya Allah nyawoung lam badan
Ban sar keunung la keunung senjata kaf la kaf
Keunan datang l ya Allah pemuda seudang

Dimat kipah la kipah saboh bak jaroe
Jiprh judo woe ya Allah dalam prang sabi
Gugur disinan-disinan neuba u dalam-u dalam
Neupudük sajan ya Allah ateuh kürüsi

Ija puteh la puteh geusampoh darah
Ija mirah ya Allah geusampôh gaki
Rupa geuh puteh la puteh sang sang buleuen trang di awan
Wat tapandang ya Allah seunang lam hatee

Darah nyang ha-nyi nyang ha-nyi gadôh di badan
Geuganto l tuhan ya Allah deungan kasturi
Di kamoe Aceh la Aceh darah peujuang-peujuang
Neubi beu mayang ya Allah Aceh mulia

Subhanallah wahdahu wabi hamdihi
Khalikul badri wa laili adza wa jalla
Ulon peujoe pô sidroe pô syukur keu rabbi ya aini
Keu kamoe neubri beusuci Aceh mulia

Tajak prang meusôh beureuntôh dum sitre nabi
Yang meu ungkhi ke rabbi keu pô yang esa
Soe nyang hantem prang chit malang ceulaka tubuh rugoe rôh
Syuruga tan roeh rugoe rôh bala neuraka

Soe-soe nyang tem prang cit meunang meutuwah teubuh
Syuruga that roeh nyang leusoeh neubri keugata
Lindông gata sigala nyang muhajidin mursalin
Jeut-jeut mukim ikeulim Aceh mulia

Nyang meubahagia seujahtera syahid dalam prang
Allah peulang dendayang budiadari
Oeh kasiwa-sirawa syahid dalam prang dan seunang
Dji peurap rijang peutamông syuruga tinggi

Budiyadari meuriti di dông dji pandang
Di cut abang jak meucang dalam prang sabi
Oh ka judô teungku syahid dalam prang dan seunang
Dji peurap rijang peutamông syuruga tinggi.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Tuesday, December 18, 2007

Kami Sekeluarga Mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H
Mohon Maaf Lahir Batin

IKHLAS BERKURBAN...TINGKATKAN SOLIDARITAS

TTD
TENGKU MUDA & YANTI

Saturday, October 27, 2007


SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALA ILA HAILLALAH ALLAHU'AKBAR,
TELAH LAHIR KADER DAKWAH, PUTRA PERTAMA DARI

TENGKU MUDA(MUDA) & D1ND4(YANTI)
DALAM KEDAAN SEHAT DENGAN BERAT 3.5 KG TADI PAGI JAM 5.45 WIB DI BIREUN,
MOHON DO'ANYA
INSYAALLAH AKAN MENJADI PEMIMPIN SHAF MUJAHID DAKWAH...AMIN

Tuesday, October 23, 2007

Seulangke

Menurut adat istiadat Aceh, pergaulan anak gadis dengan pemuda sebelum nikah amat tabu meskipun dalam “ikatan pertunangan“, apalagi pacar-pacaran sampai malam hari. Anak gadis diibaratkan boh mamplam dalam oen (buah mangga dalam daun). Ikatan pertunangan adalah proses mekanisme kematangan menuju pernikahan. Sebelum nikah belum halal bersentuhan apalagi seperti suami istri, meskipun sudah bertunangan. Ingat! ”Nikahlah” yang menghalalkan hubungan (full-conteks/suami-istri). Bagi adat Aceh, “Agama ngoen adat, lagei zat ngoen sifeut”.

Tahapan pernikahan didahului dengan mengajukan lamaran “meulakee” melalui “seulangke” (penghubung). Amat tabu pemuda melamar langsung pada calon mertua. Bila seulangke berjalan, peran orang tua, keuchik dan imum meunasah/teungku sagoe terlibat langsung. Upacara itu sederhana menurut kemampuan masing-masing dan merupakan elemen perekat dengan memberikan “tanda kong narit/tanda penguat“ kepada calon istri, berupa cincin atau harta benda berharga lainnya. Dengan pertunangan, dapat dipastikan gadis itu sudah dipagari untuk tidak boleh dilamar lagi oleh pemuda lainnya. Orang tua, keuchik/ imeum meunasah menjadi saksi untuk memelihara dan memberikan penga*manannya

Selama “masa pertunangan”, masing-masing pihak dapat memantau dari jarak jauh/dekat tentang perilaku masing-masing termasuk keluarga. Sejak itu, kontak keluarga (hubungan keluarga) kedua belah pihak mulai terjalin. Para calon tidak boleh bergaul bebas, paling-paling hanya dapat mengirim pesan melalui orang-orang yang dipercainya atau melalui hubungan antarkeluarga. Bila salah satu pihak memutuskan hubungan pertunangan (wanprestasi), maka mereka diberikan sanksi sebagai risiko atas kerugian moril. Bila yang memutuskan pemuda (keluarga laki), maka materi yang telah diberikan sebagai pengikat pertunangan, menjadi hak penuh keluarga gadis. Sebaliknya, bila pihak gadis (keluarga gadis) memutuskan, maka didenda sebesar “caram/tanda mata” yang telah diterima pada pertunangan dan wajib mengembalikan caram/tanda mata yang telah diterima saat pertunangan. Jadi, dendanya bukan dua kali, melainkan sekali sebesar yang diterima semula tambah bawaan caram dari pemuda dulu.
Seulangke diperankan oleh seseorang yang berwibawa dan berakhlak mulia, serta terpercaya dalam proses awal penjajakan sampai ke pertunangan, bahkan terlibat langsung sampai ke jenjang pernikahan (walimatul ursy).

Biasanya, peran seulangke itu merupakan salah satu fungsi keuchik dan imeum meunasah, tetapi juga dapat dilakukan oleh orang lain yang berwibawa। Karena itu pada umumnya tugas seulangke melekat pada keuchik dan imeum meunasah. Tetapi untuk seulangke ada hak-hak adat yang melekat pada simbol-simbol bawaan adat yang terjadi dalam pertunangan sesuai dengan adat masing-masing daerah. Mereka perlu dijemput dan diantarkan dengan meninggalkan kepentingan pribadinya. Sebab itu dalam tatanan kehidupan silaturahmi masyarakat, tidak salahnya diberikan sedekah ala kadar menurut kemampuan (ingat tidak mengikat).

Kupiah_meuketop www.acehforum.or.id

Monday, September 10, 2007

MARHABAN YA RAMADHAN

Setiap tahun menjelang Ramadhan, umat Islam Indonesia selalu disibukkan oleh kapan hari pertama puasa। Setelah itu, kita sibuk kapan puasa berakhir. Sungguh ''kebodohan' ' yang tak terperikan. Di zaman ketika ilmu pengetahuan dan teknologi sudah bisa menghitung secara relatif akurat tentang perputaran matahari, bulan, dan bumi seperti saat ini, umat Islam masih tak kunjung mampu menyelesaikan masalah ini.

Kebodohan di sini bukan berarti ketakmampuan akal kita dalam memahami fenomena alam. Tapi, ketakmampuan meredam ego paham keislaman dan ketakmampuan memahami inti pesan Islam. Ini seolah paralel dengan makna jahiliyah yang menghinggapi orang-orang jazirah Arab ketika Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasulullah. Apakah kita mau disebut sebagai orang-orang yang masih berperilaku jahiliyah setelah kedatangan Islam selama hampir 15 abad? Tentu kita tak mau.

Namun kebodohan itu begitu kentara. Jika masalahnya adalah penentuan awal bulan, maka semestinya tiap bulan kita ribut soal itu. Jika soalnya adalah penentuan awal tahun baru hijriyah, maka semestinya kita ribut setiap 1 Muharram. Nyatanya kita hanya ribut saat awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Seolah di sanalah inti kalender hijriyah. Dari kenyataan ini sebenarnya makin jelas inti masalahnya. Ia tak sekadar masalah kalender, tapi ada hal lain. किता sebut saja soal sah-tidaknya ibadah puasa dan ibadah haji.

Jadi, masalahnya adalah bukan pada kemampuan ilmu pengetahuan dalam membantu kehidupan dan peribadatan umat Islam, tapi pada paham dan kelompok keagamaan. Jika ini masalahnya, tentu kita sangat sedih. Kita memang telah terperangkap ke dalam mental jahiliyah. Padahal kedatangan ajaran Islam adalah untuk memberikan pencerahan umat manusia agar selamat dalam menjalankan tugas kekhalifahan yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Karena itu di awal kedatangan Islam dan di masa kekhalifahan, umat Islam memimpin peradaban dunia berkat keluhuran ajarannya dan kemajuan ipteknya. Jika sekarang kita terperosok ke dalam mental jahiliyah, maka kita harus segera beristighfar dan bertaubat. Lalu bangkit untuk kembali ke inti pesan Islam.

Sebagai bangsa dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia dan sebagai elemen umat Islam yang paling demokratis di dunia, sudah saatnya umat Islam Indonesia memberikan contoh dan kepemimpinan dalam menyelesaikan masalah kalender hijriyah ini. Kita harus malu pada kebodohan dan kejahiliyahan kita yang tak kunjung kita tinggalkan ini. Marilah mulai tahun ini, umat Islam menemukan cara yang disepakati bersama agar pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang kita bisa memulai dan mengakhiri puasa secara bersama-sama. Itu akan membuktikan bahwa umat Islam bisa bangkit dan maju.

Hal itu dimulai dengan menanggalkan ego masing-masing dan kehendak yang kuat untuk syiar Islam, bukan stiar diri atau kelompoknya. Para ulama fikih, akademisi, peneliti, tokoh-tokoh umat, dan pemerintah bisa duduk bersama untuk membangun komitmen untuk tak lagi jalan sendiri-sendiri. Juga untuk merumuskan metode yang disepakati bersama yang sesuai dengan ajaran agama dan ilmu pengetahuan.

Mari kita berinstrospeksi bahwa umat Islam adalah umat yang paling tertinggal dibandingkan dengan umat-umat agama lain seperti Kristen, Yahudi, Buddha, bahkan kini Hindu. Tentu itu bukan karena ajaran Islamnya, tapi karena orang-orangnya. Masalah penyatuan kalender adalah hal yang paling sepele dibandingkan dengan pencapaian keunggulan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan peradaban. Namun, jika hal sepele itu bisa diselesaikan maka hal itu bisa menjadi pertanda bangkitnya kembali kepemimpinan umat Islam dalam membawa kabar gembira pada umat manusia".

Wednesday, July 18, 2007

ACEH FORUM COMMUNITY

PROFIL LEMBAGA

Nama : Aceh Forum Community (AFC)
Alamat : Jl. Sultan Salahuddin No. 32, Desa Bitai, Kec. Jaya Baru
Telp/Fax : -
Contact person : Fachrurrazi
Mobile : +62 8126965634
Email : acehforum@yahoo.com
Akta Notaris : -

I. Latar Belakang

Aceh Forum Community (AFC) didirikan pada tanggal 12 Mei 2007 di Banda Aceh. Lembaga ini didirikan atas dasar keinginan untuk membantu masyarakat Aceh yang terpuruk setelah dilanda konflik berkepanjangan, gempa bumi dan Tsunami pada 26 Desember 2004 yang lalu. Selain menimbulkan kerugian jiwa, harta dan benda yang besar bagi rakyat Aceh, bencana tersebut juga telah membuka akses yang besar dari berbagai pihak untuk memperbaiki kondisi di Aceh.

Dalam hal ini AFC diharapkan dapat mengambil peranan untuk memastikan proses rekonstruksi pasca konflik dan tsunami, bukan hanya bersifat recovery atas kerugian akibat bencana, namun juga membawa perubahan dalam kehidupan ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pemberdayaan wanita dan informasi teknologi.

II. Visi
• Tercapainya masyarakat Aceh yang terkonsolidasi, sejahtera, innovatif, kreatif dan berdaya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

III. Misi
• Meningkatkan kapasitas masyarakat Aceh yang applikatif, maju dan modern.
• Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknologi informasi.
• Memberdayakan perekonomian masyarakat menuju kemandirian dan berjiwa entrepreneurship.

IV. OBJECTIVE
• Memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang layak.
• Memberikan training dan workshop kepada masyarakat tentang teknologi informasi.
• Menggali sumber potensi ekonomi dan dikembangkan dalam masyarakat.



V. Ruang Lingkup Kerja :
1. Informasi Teknologi
2. Pendidikan & Sosial Budaya
3. Ekonomi
4. Lingkungan
5. Pemberdayaan Wanita

Thursday, June 28, 2007

10 WASIAT IMAM HASAN AL-BANNA

1. Dalam kondisi bagaimanapun, dirikanlah shalat ketika mendengar Adzan

2. Baca atau dengarkan Al-Qur’an dan ingatlah Allah, Jangan habiskan sebagian waktu- waktu anda pada hal-hal yang tidak berguna

3. Berusaha untuk bias berbicara bahasa Arab fasih(baik dan benar), sebab hal itu merupakan Doktrin Islam

4. JAngan memperbanyak debad dalamsetiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan apa yang dinamakan riya itu tak akan mendatangkan kebaikan sama sekali

5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenag dan khusyuk

6. Jangan bergurau, sebab sebuah umat yang gigih berjuang tak mengenal selain kesungguhan

7. Jangan mengeraskan suara melebihi yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan yang lain

8. Jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakannya selain kebaikannya saja

9. Kenalkan diri anda kepada saudara-saudara seagama dan seperjuangan walaupun anda tidak dituntut,sebab dasar dakwah kita adalah Cinta dan Kenal

10.Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan wqaktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda punya kepentingan(tugas) selesaikan segera.

Monday, June 25, 2007

KETIKA TUHAN BERKATA: TIDAK! (Sebuah Renungan)

Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya. "

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."

Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Akhirnya kau mengerti !"

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~

Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa,
meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah Kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat
tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat
mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es.

Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala
dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya.

Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.

"There's a time and place for everything, for
everyone. God works in a mysterious way."

sumber : lupa lagi ni, darimana sumbernya

Wassalam

S.O.S ;Save Our Security(catatan kaki tentang keikhlasan memenjarakan diri)

Kita lelah menampung gelisah
Kita rengkah untuk mengalah
Kita gundah memahami resah
Kita absah berkata petuah
Kita ejawantah makhluk siasah
Kita salah untuk kaprah, bahkan
Kita sumpah tanah agar merekah…
Kita takut menjadi pengecut
Kita salut kepada hal yang absurd
Kita balut kemelut
Kita semaput saat kalut
Kita bahkan terlalu pengecut mengganti “kita” dengan “aku”…
(Why must be affraid; sel penjara nomor 2 Polresta Cirebon,
24 Sya’ban 1422 H / 10 November 2001).

Ada empat alasan mengapa tulisan ini tampaknya memang harus ditulis,pertama, bahwasannya dialog merupakan jalan yang cukup bijak dan efektif untuk bersama-sama melakukan proses refleksi dari aktifitas bersama yang bukan saja bersifat massal (kolektif) melainkan juga bersifat personal (privacy). Dengan dialog diharapkan adanya semacam medium untuk saling berbagi kebenaran dengan membuka diri untuk mendengarkan dan menghargai eksistensi kebenaran “yang lainnya” (other and otherness), sebab, sungguh sulit mencari kebenaran sejati dalam kehidupan manusia apalagi jika ternyata kebenaran tersebut sudah berbaur dengan motif-motif yang memang secara substansial sama sekali tidak memiliki korelasi terhadap permasalahan yang menjadi dialektika aktual. Kedua, dalam dinamika aktifitas organisasi yang memiliki kemajemukan pola berfikir dan pola berkegiatan masing-masing penggiatnya, terjadinya perbedaan pendapat dan pemahaman tentang pelbagai hal sangat rentan terjadi bahkan –menurut saya- justru diberikan peluang sebesar-besarnya untuk hal tersebut. Permasalahan berikutnya adalah, sejauh mana komunikasi organisasi, etika dialog interpersonal dan mekanisme pengambilan keputusan organisasi mampu dijadikan sebagai wahana yang menjembatani perbedaan tersebut. Ketiga, berkaitan dengan rasa aman (secure), keamanan (security)dan upaya –upaya untuk menjaga dan mempertahankan rasa aman dan keamanan merupakan hal yang mendesak (urgent) untuk diwacana-kan ulang jika memang hal tersebut menjadi permaslahan yang –ironisnya- justru menjadikan ketidaknyamanan organisasi maupun penggiat organisasi untuk melakukan aktifitas per-orangan atau aktifitas organisasi lain. Ke-empat, gugatan kepada rasa keamanan yang tak kunjung datang untuk melakukan semua aktifitas niscaya diperlukan, sebab hal ini terkait dengan kemampuan maksimal orang per-orang maupun kemampuan maksimal organisasi untuk menjalankan roda aktifitasnya yang pada faktanya merupakan hal-hal yang sangat penting untuk diberikan perhatian khusus.


Jika memang asumsi dasar mengenai rasa aman yang sebegitu mahal diperoleh dalam kehidupan berorganisasi ini benar adanya, maka saya fikir permasalahannya bukanlah semata mengenai definisi dan praktis aktifitas keamanan itu sendiri, tetapi mengenai apa saja alasan-alasan yang mendasari perlunya kemananan itu dibentuk sedemikian rupa sehingga alih-alih mengayomi seluruh aktifitas malah memberikan rasa dan suasana yang tidak men-aman-kan aktifitas massal maupun personal. Tulisan ini, sungguh tidak berniat untuk menyoal problematika dari dinamika aktifitas organisasi atau bahkan dengan semena-mena men-justifikasi kemudian mendikotomikan ada pihak yang salah dan ada pihak yang benar, tulisan ini difungsikan sekedar menstimulasi terjadinya dialog melalui dialektika kolektif sembari mengurai kembali jejak-jejak yang ditinggalkan akibat keamanan yang tidak lagi memberikan rasa aman.

Tuesday, December 05, 2006



3 Desember 2006
cinta berlabuh....
pada dermaga cinta yang teduh....
......................................
Dinda....segenap kerinduan....tercurah padamu...
temani aku dengan kasih mu......
temani aku dengan sayang mu
temani aku dengan cintamu.....
dalam menggapai cinta hakiki

Friday, November 10, 2006

Aceh Communty Forum

Mau Bergabung Dengn 1090 member yang sudah aktif...

www.acehforum.or.id... adalah komunitas anak Aceh terbesar..
segera register...











Saturday, September 02, 2006

ACEH VIRTUAL STORE (AVS)




BACKGROUND

Nanggroe Aceh Darussalam adalah daerah yang sangat kaya, baik sumber daya alam (SDA) hingga budaya masyarakat yang memiliki keunikan dan kekhas-an yang tersendiri. Sejumlah produk budaya adalah suatu yang sangat mahal dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena masyarakat-masyarakat di dunia sangat menghargai kebudayaan Aceh.

Setelah bencana alam gempa dan tsunami yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam, tersisip hikmah yang sangat besar dengan terbuka lebarnya akses ke Aceh bagi bangsa-bangsa luar. Ribuan relawan dari berbagai penjuru dunia datang ke Aceh. Selain menjalani aktivitas sebagai relawan kemanusiaan, sengaja atau tidak sengaja mereka mulai mengamati dan menikmati kehidupan masyarakat Aceh, yang membekas dihati yang menjadi cerita berharga ketika pulang ke negeri asalnya. Kesimpulannya : Naggroe Aceh Darussalam beserta lagenda dan budayanya telah menjadi wacana di seluruh dunia.

Dapat dipastikan bahwa mereka mulai mengenal barang-barang antik yang menjadi souvenir untuk dibawa pulang ke negeri asalnya, barang-barang itu baik berupa rincong aceh, siwah, songket, kopiah meukeutop, tika iboeh, Pintoe Aceh dan eccessories kas aceh lainnya sampai dengan makan-makanan khas seperti pliek Ue, umping, pisang sale, dhoi-dhoi, bu bajek, halua, keripiek sare, kue pala dari pantai barat selatan, dan jenis lainnya. Tentu bukan saja para relawan kemanusiaan yang telah ke Aceh meminati barang tersebut, tapi semua orang yang sudah mendengar cerita tentang Aceh pasti ingin memiliki barang-tersebut.

Beranjak dari hal tersebut, maka kami melihat perlun adanya promosi besar-besaran dan juga mencermati peluang pasar luar negeri. Penjualan souvenir di internet adalah prospek bisnis yang sangat menjanjikan. ACEH VIRTUAL STORE (AVS) adalah sebuah usaha electronic commerce yang tidak saja menjadi mesin uang tapi juga dapat menjadi media sosialisasi kebudayaan Aceh ke dunia global.

PRODUK YANG DITAWARKAN

Produk-produk yang ditawarkan adalah souvenir Aceh baik berupa accessories, makanan khas (jenis makanan yang bisa tahan lama) sampai e-book ensklopedi Aceh.

Accesoris berupa :

  • Rincong
  • Siwah
  • Pintoe Aceh
  • Kain Songket
  • Kopiah Riman
  • Pakaian adat Aceh
  • Tas Motif Aceh
  • Baju Muslim Motif Aceh
  • Berbagai bordiran
  • Sepatu/sandal Aceh
  • Tikar Pandan
  • dll

Makanan :

  • Pliek U
  • Halua
  • Dodol
  • Bu Bajeek
  • Pisang Salee
  • Keripiek Sare
  • Kue Supet
  • Kue Keukarah
  • Kue Pala
  • Syrup Pala
  • Dan makanan kering khas aceh yang bisa tahan lama.

Eksiklopedi-ensklopedi dalam bentuk e-book

KEUNIKAN KELEBIHAN

Mungkin ada yang bertanya, apakah souvenir Aceh akan laku di pasar global? apakah orang-orang asing akan meminati Rencong atau Pisang Sale?

Souvenir Aceh memiliki keunikan tersendiri dan memiliki nilai jual tinggi. Dengan menempatkan diri pada posisi resseler AVS tidak memerlukan modal yang besar dalam hal pengadaan souvenir, karena dapat menjalin kerjasama dengan toko-toko souvenir atau pengerajin-pengerajin yang sudah ada sehingga dapat juga membantu mereka mempromosikan produk-produk kerajinan yang selama ini hanya dipasarkan di pasar lokal.

TARGET PASAR

Target pasar AVS sangat luas, tidak saja pencinta budaya tapi siapa saja di seluruh penjuru dunia pastis meminati souvenir Aceh. AVS pada tahap pertama menargetkan 10 % persen pengguna internet di dunia yang pada saat ini berjumlah ± 1,5 Miliyar akan memesan souvenir Aceh ke AVS.

TEMPAT/LOKASI USAHA ANDA

Tempat Usaha untuk AVS cukup digerakkan dari rumah , tidak perlu ruang toko ataupun ruang gudang. Dengan menyewa web hosting dan membeli sebuah domain name AVS akan menggelar etalase di dunia maya yang siap di browsing oleh siapa saja dan dimana saja, dengan kata lain AVS akan membuka toko di setiap tempat.

PESAING USAHA

Secara umum bisa dikatakan bahwa AVS belum memiliki saingan, karena belum ada Toko Souvenir Aceh yang menggunakan sistem ini, kalau pun ada masih sangat sedikit. Karena itu kami sangat yakin bahwa AVS punya prospek yang sangat menjanjikan.


SISTEM MARKETING

AVS akan tampil di www.acehvirtual.com yang memajangkan etalase produknya. Dengan mengpublish ke sejumlah situs search engine AVS akan cepat terpublikasi ke semua pengguna internet. Pembeli dapat melihat dulu gambar produk yang ditawarkan berikut dengan keterangannya serta harga yang ditawarkan, setelah berminat dapat melakukan transaksi melalui email atau telepon. Pada tahap awal AVS menggunakan sistem pembayaran langsung malalui transfer via Rekening Bank, untuk selanjutnya dikembangkan pembayaran via kartu kredit. Pesanan dikirim melalui jasa pengiriman seperti TIKI atau melalui jasa POS.

TIM MANAJEMEN USAHA

AVS tidak membutuhkan tenaga yang besar, AVS cukup di gerakkan oleh tiga orang.

  • Penanggung jawab usaha akan kami tangani sendiri yang mengkoordinir semua kegiatan AVS
  • 1 orang colector yang merangkap expedisi yang bertugas menyediakan barang pesanan dan mengantar ke tempat pengiriman.
  • 1 orang operator yang bertugas membaca email dan menjawab telp.

PENETAPAN HARGA

Dalam hal ini pengadaan barang, AVS memposisikan diri sebagai Reseller dari toko-toko souvenir Aceh yang sudah ada. Pada tahap pertama sebagai promosi (1 semester) AVS mengambil keuntungan 25% dari harga untuk pesanan dari dalam negeri dan 35 % untuk pesanan luar negeri yang sudah termasuk biaya pengiriman. Untuk tahap berikutnya disesuaikan dengan biaya pengiriman.

Misalnya :

Harga dasar Rencong ukuran Sedang

Rp. 100.000,- + 35 % = Rp. 135.000,- (pesanan dalam negeri)

Rp. 100.000, - + 45 % = Rp. 145.000,- (Pesanan Luar Negeri)

Harga Dasar Pakain Adat Aceh

Rp. 650.000,- + 35 % = Rp. 877.500,- (pesanan dalam negeri)

Rp. 100.000, - + 45 % = Rp. 942.500,-(Pesanan Luar Negeri )

TARGET PENERIMAAN

AVS menargetkan akan menjual 1500 souvenir dalam tahun ini degan keuntungan rata-rata per 1 souvenir adalah Rp. 75.000,-. Maka AVS akan menjadi mesin uang yang menghasilkan keuntungan bersih Rp. 112.500.000/tahun. Kami yakin dengan semangat untuk berkreativitas nilai ini akan tercapai.

KEBUTUHAN MODAL USAHA 1 TAHUN

2 unit komputer AMD Athlon 64 BIT @ Rp. 5.400.000,- Rp. 10.800.000,-

1 Unit Printer Canon iP 1600 Rp. 600.000,-

1 Unit Scaner Canon Lide 45 Rp 790.000,-

1 Unit Camera Digital Canon Rp 2.700.000,-

Sewa Web Hosting 350.000/bulan x 12 bulan Rp 4.200.000,-

Domain name dot com Rp. 120.000,-

Hosting Rp 350.000,-

Biaya pembuatan website Rp. 1.500.000,-

Rp. 20.590.000,-

(Dua Puluh Juta Lima Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah)

PENUTUP

Membangun toko virtual bakan hanya sekedar mimpi-mimpi kami, kami yakin bisa mewujudkan semua itu. Siapapun akan mengakui bahwa e-commerce telah banyak mensukseskan anak-anak muda yang kreatif. Keingginan untuk memperkenalkan budaya bangsa menjadi motivasi yang terus mencabuk kami untuk terus bangun mencurahkan segenap kemampuan untuk ibu pertiwi. Konsep yang kami tuliskan bukan saja untuk kami sendiri, tapi kami sangat bangga bila pemuda-pemuda di Aceh bisa membuka mata, bahwa penderitaan dan cobaan yang menimpa daerah ini telah berakhir dan kita harus bangkit….bangkit…..dan bangkit. Tidak ada cerita berpangku tangan. Teknologi tiada berarti kalau tidak kita nikmati dengan berkreasi.

AVS hadir untuk budaya bangsa lebih berharga.

Sunday, August 06, 2006

Relung

Kegelapan terus menyelimuti malam
mendekap
kepiluan siang
dalam ratapan panjang
tiada bertepi...
kadang terdengar jeritan di relung hati........

menangisi mentari yang begitu cepat berlalu......

tiada arti bulan menerangi...

bintang gemintang menari-nari.......

karna hati hanya merindukan pagi.....
..
...........indahnya mentari.....

walaupun itu tak kan pernah pasti.........
akan biarkan diriku menanti..............
dalam rindu......
haingga MATI

Expresi Alam

Alam berkabut ditutupi titik-titik air langit
yang tak pernah bosan dan jenuh
mendengar titah malaikat untuk turun ke bumi yang selalu merindukan kesejukan...
.........................................
kadang dia menyambut dengan semburan air sungai..
yang bagi manusia adalah petaka banjir...................
padahal itu hanyalah ekpresi kegembiraan menyambut kekasihnya....
.............................
sulit memang memahami...........padahal manusia juga berbuat sama..............
nikmati saja titik-titik air langi itu
pasti kita akan merasakan ada suara-suara
tasbih......tahmid... yang mereka lantunkan
gemuruh dilangit bukanlah kemarahan......
tapi hanyalah gema takbir.........
mari kita nikmati.........

Saturday, August 05, 2006


Minggir Dikit Mau Foto Posted by Picasa


Selamat Tinggal STAIN Posted by Picasa


Bahagia Mama Posted by Picasa