SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H
Mohon Maaf Lahir Batin
IKHLAS BERKURBAN...TINGKATKAN SOLIDARITAS
TTD
TENGKU MUDA & YANTI
Diposting oleh TENGKU MUDA di 9:14 PM 0 komentar

TELAH LAHIR KADER DAKWAH, PUTRA PERTAMA DARI
Diposting oleh TENGKU MUDA di 1:01 AM 2 komentar
Kupiah_meuketop www.acehforum.or.id
Diposting oleh TENGKU MUDA di 3:12 AM 0 komentar
Diposting oleh TENGKU MUDA di 12:18 AM 1 komentar
PROFIL LEMBAGA
Nama : Aceh Forum Community (AFC)
Alamat : Jl. Sultan Salahuddin No. 32, Desa Bitai, Kec. Jaya Baru
Telp/Fax : -
Contact person : Fachrurrazi
Mobile : +62 8126965634
Email : acehforum@yahoo.com
Akta Notaris : -
I. Latar Belakang
Aceh Forum Community (AFC) didirikan pada tanggal 12 Mei 2007 di Banda Aceh. Lembaga ini didirikan atas dasar keinginan untuk membantu masyarakat Aceh yang terpuruk setelah dilanda konflik berkepanjangan, gempa bumi dan Tsunami pada 26 Desember 2004 yang lalu. Selain menimbulkan kerugian jiwa, harta dan benda yang besar bagi rakyat Aceh, bencana tersebut juga telah membuka akses yang besar dari berbagai pihak untuk memperbaiki kondisi di Aceh.
Dalam hal ini AFC diharapkan dapat mengambil peranan untuk memastikan proses rekonstruksi pasca konflik dan tsunami, bukan hanya bersifat recovery atas kerugian akibat bencana, namun juga membawa perubahan dalam kehidupan ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pemberdayaan wanita dan informasi teknologi.
II. Visi
• Tercapainya masyarakat Aceh yang terkonsolidasi, sejahtera, innovatif, kreatif dan berdaya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
III. Misi
• Meningkatkan kapasitas masyarakat Aceh yang applikatif, maju dan modern.
• Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknologi informasi.
• Memberdayakan perekonomian masyarakat menuju kemandirian dan berjiwa entrepreneurship.
IV. OBJECTIVE
• Memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang layak.
• Memberikan training dan workshop kepada masyarakat tentang teknologi informasi.
• Menggali sumber potensi ekonomi dan dikembangkan dalam masyarakat.
V. Ruang Lingkup Kerja :
1. Informasi Teknologi
2. Pendidikan & Sosial Budaya
3. Ekonomi
4. Lingkungan
5. Pemberdayaan Wanita
Diposting oleh TENGKU MUDA di 4:28 AM 72 komentar
1. Dalam kondisi bagaimanapun, dirikanlah shalat ketika mendengar Adzan
2. Baca atau dengarkan Al-Qur’an dan ingatlah Allah, Jangan habiskan sebagian waktu- waktu anda pada hal-hal yang tidak berguna
3. Berusaha untuk bias berbicara bahasa Arab fasih(baik dan benar), sebab hal itu merupakan Doktrin Islam
4. JAngan memperbanyak debad dalamsetiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan apa yang dinamakan riya itu tak akan mendatangkan kebaikan sama sekali
5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenag dan khusyuk
6. Jangan bergurau, sebab sebuah umat yang gigih berjuang tak mengenal selain kesungguhan
7. Jangan mengeraskan suara melebihi yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan yang lain
8. Jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakannya selain kebaikannya saja
9. Kenalkan diri anda kepada saudara-saudara seagama dan seperjuangan walaupun anda tidak dituntut,sebab dasar dakwah kita adalah Cinta dan Kenal
10.Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan wqaktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda punya kepentingan(tugas) selesaikan segera.
Diposting oleh TENGKU MUDA di 9:30 PM 0 komentar
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya. "
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Akhirnya kau mengerti !"
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~
Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa,
meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah Kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.
Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.
Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat
tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat
mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es.
Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala
dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.
Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya.
Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.
"There's a time and place for everything, for
everyone. God works in a mysterious way."
sumber : lupa lagi ni, darimana sumbernya
Wassalam
Diposting oleh TENGKU MUDA di 4:13 AM 0 komentar
Kita lelah menampung gelisah
Kita rengkah untuk mengalah
Kita gundah memahami resah
Kita absah berkata petuah
Kita ejawantah makhluk siasah
Kita salah untuk kaprah, bahkan
Kita sumpah tanah agar merekah…
Kita takut menjadi pengecut
Kita salut kepada hal yang absurd
Kita balut kemelut
Kita semaput saat kalut
Kita bahkan terlalu pengecut mengganti “kita” dengan “aku”…
(Why must be affraid; sel penjara nomor 2 Polresta
24 Sya’ban 1422 H / 10 November 2001).
Ada empat alasan mengapa tulisan ini tampaknya memang harus ditulis,pertama, bahwasannya dialog merupakan jalan yang cukup bijak dan efektif untuk bersama-sama melakukan proses refleksi dari aktifitas bersama yang bukan saja bersifat massal (kolektif) melainkan juga bersifat personal (privacy). Dengan dialog diharapkan adanya semacam medium untuk saling berbagi kebenaran dengan membuka diri untuk mendengarkan dan menghargai eksistensi kebenaran “yang lainnya” (other and otherness), sebab, sungguh sulit mencari kebenaran sejati dalam kehidupan manusia apalagi jika ternyata kebenaran tersebut sudah berbaur dengan motif-motif yang memang secara substansial sama sekali tidak memiliki korelasi terhadap permasalahan yang menjadi dialektika aktual. Kedua, dalam dinamika aktifitas organisasi yang memiliki kemajemukan pola berfikir dan pola berkegiatan masing-masing penggiatnya, terjadinya perbedaan pendapat dan pemahaman tentang pelbagai hal sangat rentan terjadi bahkan –menurut saya- justru diberikan peluang sebesar-besarnya untuk hal tersebut. Permasalahan berikutnya adalah, sejauh mana komunikasi organisasi, etika dialog interpersonal dan mekanisme pengambilan keputusan organisasi mampu dijadikan sebagai wahana yang menjembatani perbedaan tersebut. Ketiga, berkaitan dengan rasa aman (secure), keamanan (security)dan upaya –upaya untuk menjaga dan mempertahankan rasa aman dan keamanan merupakan hal yang mendesak (urgent) untuk diwacana-kan ulang jika memang hal tersebut menjadi permaslahan yang –ironisnya- justru menjadikan ketidaknyamanan organisasi maupun penggiat organisasi untuk melakukan aktifitas per-orangan atau aktifitas organisasi lain. Ke-empat, gugatan kepada rasa keamanan yang tak kunjung datang untuk melakukan semua aktifitas niscaya diperlukan, sebab hal ini terkait dengan kemampuan maksimal orang per-orang maupun kemampuan maksimal organisasi untuk menjalankan roda aktifitasnya yang pada faktanya merupakan hal-hal yang sangat penting untuk diberikan perhatian khusus.
Jika memang asumsi dasar mengenai rasa aman yang sebegitu mahal diperoleh dalam kehidupan berorganisasi ini benar adanya, maka saya fikir permasalahannya bukanlah semata mengenai definisi dan praktis aktifitas keamanan itu sendiri, tetapi mengenai apa saja alasan-alasan yang mendasari perlunya kemananan itu dibentuk sedemikian rupa sehingga alih-alih mengayomi seluruh aktifitas malah memberikan rasa dan suasana yang tidak men-aman-kan aktifitas massal maupun personal. Tulisan ini, sungguh tidak berniat untuk menyoal problematika dari dinamika aktifitas organisasi atau bahkan dengan semena-mena men-justifikasi kemudian mendikotomikan ada pihak yang salah dan ada pihak yang benar, tulisan ini difungsikan sekedar menstimulasi terjadinya dialog melalui dialektika kolektif sembari mengurai kembali jejak-jejak yang ditinggalkan akibat keamanan yang tidak lagi memberikan rasa aman.
Diposting oleh TENGKU MUDA di 3:34 AM 0 komentar

Diposting oleh TENGKU MUDA di 11:18 PM 0 komentar
Mau Bergabung Dengn 1090 member yang sudah aktif...
Diposting oleh TENGKU MUDA di 10:25 PM 2 komentar
BACKGROUND
Nanggroe Aceh Darussalam adalah daerah yang sangat kaya, baik sumber daya alam (SDA) hingga budaya masyarakat yang memiliki keunikan dan kekhas-an yang tersendiri. Sejumlah produk budaya adalah suatu yang sangat mahal dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena masyarakat-masyarakat di dunia sangat menghargai kebudayaan Aceh.
Setelah bencana alam gempa dan tsunami yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam, tersisip hikmah yang sangat besar dengan terbuka lebarnya akses ke Aceh bagi bangsa-bangsa luar. Ribuan relawan dari berbagai penjuru dunia datang ke Aceh. Selain menjalani aktivitas sebagai relawan kemanusiaan, sengaja atau tidak sengaja mereka mulai mengamati dan menikmati kehidupan masyarakat Aceh, yang membekas dihati yang menjadi cerita berharga ketika pulang ke negeri asalnya. Kesimpulannya : Naggroe Aceh Darussalam beserta lagenda dan budayanya telah menjadi wacana di seluruh dunia.
Dapat dipastikan bahwa mereka mulai mengenal barang-barang antik yang menjadi souvenir untuk dibawa pulang ke negeri asalnya, barang-barang itu baik berupa rincong aceh, siwah, songket, kopiah meukeutop, tika iboeh, Pintoe Aceh dan ecce
ssories kas aceh lainnya sampai dengan makan-makanan khas seperti pliek Ue, umping, pisang sale, dhoi-dhoi, bu bajek, halua, keripiek sare, kue pala dari pantai barat selatan, dan jenis lainnya. Tentu bukan saja para relawan kemanusiaan yang telah ke Aceh meminati barang tersebut, tapi semua orang yang sudah mendengar cerita tentang Aceh pasti ingin memiliki barang-tersebut.
Beranjak dari hal tersebut, maka kami melihat perlun adanya promosi besar-besaran dan juga mencermati peluang pasar luar negeri. Penjualan souvenir di internet adalah prospek bisnis yang sangat menjanjikan. ACEH VIRTUAL STORE (AVS) adalah sebuah usaha electronic commerce yang tidak saja menjadi mesin uang tapi juga dapat menjadi media sosialisasi kebudayaa
n Aceh ke dunia global.
PRODUK YANG DITAWARKAN
Produk-produk yang ditawarkan adalah souvenir Aceh baik berupa accessories, makanan khas (jenis makanan yang bisa tahan lama) sampai e-book ensklopedi Aceh.
Accesoris berupa :
Makanan :
Eksiklopedi-ensklopedi dalam bentuk e-book
KEUNIKAN KELEBIHAN
Mungkin ada yang bertanya, apakah souvenir Aceh akan laku di pasar global? apakah orang-orang asing akan meminati Rencong atau Pisang Sale?
Souvenir Aceh memiliki keunikan tersendiri dan memiliki nilai jual tinggi. Dengan menempatkan diri pada posisi resseler AVS tidak memerlukan modal yang besar dalam hal pengadaan souvenir, karena dapat menjalin kerjasama dengan toko-toko souvenir atau pengerajin-pengerajin yang sudah ada sehingga dapat juga membantu mereka mempromosikan produk-produk kerajinan yang selama ini hanya dipasarkan di pasar lokal.
TARGET PASAR
Target pasar AVS sangat luas, tidak saja pencinta budaya tapi siapa saja di seluruh penjuru dunia pastis meminati souvenir Aceh. AVS pada tahap pertama menargetkan 10 % persen pengguna internet di dunia yang pada saat ini berjumlah ± 1,5 Miliyar akan memesan souvenir Aceh ke AVS.
TEMPAT/LOKASI USAHA ANDA
Tempat Usaha untuk AVS cukup digerakkan dari rumah , tidak perlu ruang toko ataupun ruang gudang. Dengan menyewa web hosting dan membeli sebuah domain name AVS akan menggelar etalase di dunia maya yang siap di browsing oleh siapa saja dan dimana saja, dengan kata lain AVS akan membuka toko di setiap tempat.
PESAING USAHA
Secara umum bisa dikatakan bahwa AVS belum memiliki saingan, karena belum ada Toko Souvenir Aceh yang menggunakan sistem ini, kalau pun ada masih sangat sedikit. Karena itu kami sangat yakin bahwa AVS punya prospek yang sangat menjanjikan.
AVS akan tampil di www.acehvirtual.com yang memajangkan etalase produknya. Dengan mengpublish ke sejumlah situs search engine AVS akan cepat terpublikasi ke semua pengguna internet. Pembeli dapat melihat dulu gambar produk yang ditawarkan berikut dengan keterangannya serta harga yang ditawarkan, setelah berminat dapat melakukan transaksi melalui email atau telepon. Pada tahap awal AVS menggunakan sistem pembayaran langsung malalui transfer via Rekening Bank, untuk selanjutnya dikembangkan pembayaran via kartu kredit. Pesanan dikirim melalui jasa pengiriman seperti TIKI atau melalui jasa POS.
TIM MANAJEMEN USAHA
AVS tidak membutuhkan tenaga yang besar, AVS cukup di gerakkan oleh tiga orang.
PENETAPAN HARGA
Dalam hal ini pengadaan barang, AVS memposisikan diri sebagai Reseller dari toko-toko souvenir Aceh yang sudah ada. Pada tahap pertama sebagai promosi (1 semester) AVS mengambil keuntungan 25% dari harga untuk pesanan dari dalam negeri dan 35 % untuk pesanan luar negeri yang sudah termasuk biaya pengiriman. Untuk tahap berikutnya disesuaikan dengan biaya pengiriman.
Misalnya :
Harga dasar Rencong ukuran Sedang
Rp. 100.000,- + 35 % = Rp. 135.000,- (pesanan dalam negeri)
Rp. 100.000, - + 45 % = Rp. 145.000,- (Pesanan Luar Negeri)
Harga Dasar Pakain Adat Aceh
Rp. 650.000,- + 35 % = Rp. 877.500,- (pesanan dalam negeri)
Rp. 100.000, - + 45 % = Rp. 942.500,-(Pesanan Luar Negeri )
TARGET PENERIMAAN
AVS menargetkan akan menjual 1500 souvenir dalam tahun ini degan keuntungan rata-rata per 1 souvenir adalah Rp. 75.000,-. Maka AVS akan menjadi mesin uang yang menghasilkan keuntungan bersih Rp. 112.500.000/tahun. Kami yakin dengan semangat untuk berkreativitas nilai ini akan tercapai.
KEBUTUHAN MODAL USAHA 1 TAHUN
2 unit komputer AMD Athlon 64 BIT @ Rp. 5.400.000,- Rp. 10.800.000,-
1 Unit Printer Canon iP 1600 Rp. 600.000,-
1 Unit Scaner Canon Lide 45 Rp 790.000,-
1 Unit Camera Digital Canon Rp 2.700.000,-
Sewa Web Hosting 350.000/bulan x 12 bulan Rp 4.200.000,-
Domain name dot com Rp. 120.000,-
Hosting Rp 350.000,-
Biaya pembuatan website Rp. 1.500.000,-
Rp. 20.590.000,-
(Dua Puluh Juta Lima Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah)
Membangun toko virtual bakan hanya sekedar mimpi-mimpi kami, kami yakin bisa mewujudkan semua itu. Siapapun akan mengakui bahwa e-commerce telah banyak mensukseskan anak-anak muda yang kreatif. Keingginan untuk memperkenalkan budaya bangsa menjadi motivasi yang terus mencabuk kami untuk terus bangun mencurahkan segenap kemampuan untuk ibu pertiwi. Konsep yang kami tuliskan bukan saja untuk kami sendiri, tapi kami sangat bangga bila pemuda-pemuda di Aceh bisa membuka mata, bahwa penderitaan dan cobaan yang menimpa daerah ini telah berakhir dan kita harus bangkit….bangkit…..dan bangkit. Tidak ada cerita berpangku tangan. Teknologi tiada berarti kalau tidak kita nikmati dengan berkreasi.
AVS hadir untuk budaya bangsa lebih berharga.
Diposting oleh TENGKU MUDA di 1:18 AM 3 komentar
Diposting oleh TENGKU MUDA di 11:48 PM 0 komentar
Diposting oleh TENGKU MUDA di 11:34 PM 0 komentar